— Berawal dari penikmat wedangan, kini menjadi peracik teh konco

Ibu Lestari, Seorang ibu rumah tangga dari Desa Pelemgede,Dukuh Kudur ini berhasil mendirikan usaha teh konco yang didirikannya 1 bulan terakhir.

Pucakwangi (18/11/2022) – Tidak asing lagi, sejak dulu teh menjadi salah satu minuman yang banyak digemari oleh masyarakat. mulai dari kalangan anak anak remaja bahkan orang dewasa.

Seiring berkembangnya zaman dan teknologi, banyak orang membuat minuman teh ini menjadi semakin unik. Mulai dari rasanya bahkan cara penyajiannya. Seperti usaha “teh konco” ini.

Teh konco, salah satu usaha minuman unik dari teh yang didirikan oleh ibu Lestari.
“Ini teh saya juga teh kamu, jadi persahabatan” ucap ibu lestari. awalnya usaha teh ini diberi nama “teh konco”.

Teh konco ini berlokasi kan di Desa Pelemgede Dukuh Kudur. Usaha teh dapat dikunjungi setiap hari mulai dari pukul 09.00-21.00 . Setiap hari Jum’at pembeli akan mendapatkan bonus beli 2 gratis 1 “Jumat barokah”

Harga teh konco ini juga ekonomis dimulai dari Rp. 3.000-10.000. Harga ekonomis ini disesuaikan dengan ekonomi di pedesaan.

Teh konco dibuat dengan teh asli dari Solo. Varian dan rasanya juga bermacam mulai dari original, avocado, chocolate banana, es coffe gula aren, dan masih banyak lagi. Menu yang paling diminati pembeli yaitu teh solo dan milk drink.

Perbedaan teh konco dengan teh lainnya itu memiliki ciri khas yang wangi, legit, kekentalannya yang khas dari solo , sepet, pahit ada semuanya di bandingkan dari teh yang lain.

“Insya allah, besok juga akan mendirikan cabang teh konco di dekat alun-alun Jakenan” ucap ibu lestari pemilik usaha teh konco.(red.wjp/stj)

Alamat usaha: Dukuh Kudur,Desa Pelemgede Pucakwangi
FB: Lestary Bundhanya Ridho

KERAJINAN KEMANAK WARGA KARANGJATI MENJADI USAHA SAMPINGAN YANG MENJANJIKAN

Jakenan(13/02/22)- Beberapa orang tampak sedang sibuk membuat anyaman-anyaman kecil dari bambu. Bahkan, terik mentari siang itu tak menyurutkan semangat mereka untuk bekerja.

Anyaman berbentuk keranjang kecil berbahan bambu berbentuk keranjang melingkar renggang dan berdiameter 20×20 sentimeter itu lazim disebut warga setempat dengan nama kemanak.
Kemanak adalah sebuah wadah ikan yang digunakan untuk kemasan ikan, Umumnya digunakan sebagai kemasan ikan pindang yang akan dipasarkan.

Tentang kemanak inipun sudah menjadi salah satu usaha turun temurun di Dukuh Karangjati. Ada juga kerajinan kepang,bangkrak dan keranjang yang terbuat dari bambu.

Harga kemanak untuk setiap dua ikatnya biasanya 17000,dua ikat ini terdiri dari 100 keranjang,jadi kalau1 ikat itu 50 keranjang.Waktu pembuatannya biasanya 1 hari,jarang mencapai 100 keranjang,karena memang pembuatan kemanak ini sulit dan anyamannya juga harus bagus untuk di setorkan.

DUKUH KORO DESA SITIMULYO

Pucakwangi(01/04/22) – Dukuh Koro adalah salah satu dukuh yang berada di Desa Sitimulyo Kecamatan Pucakwangi. Di dukuh ini terkenal dengan jalannya yg naik turun karena memang sebagian lahan pertanian dan perbukitan.

Jumlah penduduk Dukuh Koro ini kurang lebih 114 penduduk. Mayoritas mata pencaharian penduduk Dukuh Koro adalah Petani, Selain petani di Desa Sitimulyo juga banyak yang merantau di luar negri.

Dukuh Koro sendiri terdiri dari 6 RT:

  • Ketua RT 01: Bapak Sarnawi
  • Ketua RT 02: Bapak Karsono
  • Ketua RT 03: Bapak Sumanto
  • Ketua RT 04: Bapak Warjo
  • Ketua RT 05: Bapak Sarwi
  • Ketua RT 06 : Bapak Marwoto

Asal usul Dukuh Koro ini diambil dari kata “Bukur Loro” yang artinya dua kerang yang ditemukan Mbah Sowijoyo pada saat membabat hutan,tepatnya pada saat berada di mata air. Sebagian warga Dukuh Koro mempunyai usaha mandiri yaitu pembuatan roti,baik itu untuk acara pernikahan, tasyakuran,dan ulang tahun,ada pula pembuatan miniatur kayu yang berbahan dasar dari kayu jati,dan juga terdapat makanan yang dibekukan dengan tujuan untuk mengawetkan makanan dinamakan Frozen food.

“Agar warga Desa Sitimulyo menjaga kesehatan,selalu patuhi protokol kesehatan, mengingat keadaan yg masih belum benar-benar pulih,dan jangan lupa untuk saling menghargai antara warga satu dan warga yg lain,misalnya,kalau ada masalah atau keluhan bisa diselesaikan secara musyawarah atau mufakat.”Pesan Bu Sri Karyanti Selaku Carik Di Dukuh Koro untuk para warga sekitar.

DUKUH DOPANG

Pucakwangi(2/03/22)- Dukuh Dopang adalah salah satu dukuh di Desa Triguno Kecamatan Pucakwangi Kabupaten Pati. Berdasarkan sensus penduduk yang dimiliki Dukuh Dopang,Dukuh Dopang dihuni kurang lebih sekitar 500 penduduk.

Dukuh Dopang terdiri dari 7 RT:

  • Ketua RT 1: Bapak Warman
  • Ketua RT 2 : Bapak Suroso
  • Ketua RT 3 : Bapak Warsidi
  • Ketua RT 4 : Bapak Supadi
  • Ketua RT 5 : Bapak Suratman
  • Ketua RT 6 : Bapak Joko Sutrisno
  • Ketua RT 7 : Bapak Jasmin.

Mayoritas mata pencaharian penduduk setempat sebagai Petani. Selain itu ada yang merantau di Jakarta,Sumatra bahkan ke luar negeri.

DUKUH KARANGKAWIS

Jaken(24/03/22)- Dukuh Karangkawis adalah salah satu dukuh yang berada di Desa Trikoyo Kecamatan Jaken.

Berdasarkan sensus penduduk yang dimiliki Dukuh Karangkawis dihuni kurang lebih 400 penduduk. Dukuh Karangkawis dibagi menjadi 2 RT yaitu RT 04 dan RT 05

  • Ketua RW 04 : Bapak Rukin
  • Ketua RT 04 : Bapak Darbi
  • Ketua RT 05 : Bapak Suhartono

Mayoritas pekerjaan penduduk setempat adalah petani sebagian ada yang merantau dan bekerja sebagai buruh. Usaha mandiri di Dukuh Karangkawis yaitu toko pertanian,
pupuk, urea, obat-obatan, dan alat-alat pertanian.

“Agar pembangunan desa lebih diutamakan seperti perbaikan jalan raya, irigasi pertanian yang lancar.” Pesan Bapak Suharyono Selaku Ketua RT Dukuh Karangkawis.

DUKUH WOTIYANG

Pucakwangi(30/03/22)- Dukuh Wotiyang adalah salah satu dukuh di Desa Mojoagung Kecamatan Pucakwangi Kabupaten Pati.

Perkembangan di Dukuh wotiyang ini sudah baik, untuk perbaikan jalan, pembangunan rumah yang didukung oleh dana dari desa. Untuk Dukuh Wotiyang sendiri ditempati sekitar 84 KK (Kartu Keluarga).

Mayoritas mata pencaharian penduduk setempat sebagai petani,ada juga pedagang dan perantau ke luar negri. Pembangunan jalan tersebut memang dilakukan perlahan-lahan. Sebab jalan tersebut merupakan jalan alternatif menuju Dukuh Morotoko, Desa Watesaji. Pemdes tidak ingin masyarakat pindah ke daerah lain karena jalan desa masih berupa lahan pertanian dan hutan rimbun.

“Pembangunan jalan juga bermanfaat agar masyarakat yang ingin mengangkut hasil panen tidak kesulitan. Karena banyak yang memiliki lahan pertanian di sekitar jalan tersebut. Sehingga harus didukung infrastruktur yang memadai.” katanya

“Agar lebih menjaga diri,jaga kesehatan,dan kedepannya semoga semakin maju.” Pesan Ibu Kartini Selaku Ketua RT Dukuh Wotiyang.

DESA JATISARI

Jakenan(8/3/22)- Desa Jatisari adalah suatu desa yang terletak di kecamatan Jakenan Pati.
Di Desa Jatisari terbagi menjadi 3 dukuh yaitu:

  1. Dukuh Sentul
  2. Dukuh Karangjati
  3. Dukuh Singget
    Di Dukuh Singget bisa dibilang kosong atau tidak ada penduduk dan sekilas terlihat angker suasananya.

Berdasarkan sensus penduduk yang dimiliki Desa Jatisari dihuni kurang lebih kurang lebih sekitar 1.032 penduduk itu sudah termasuk pria dan wanita.

Mayoritas mata pencaharian penduduk setempat sebagai Petani,peternak,pengrajin dan wiraswasta. Usaha mandiri yang terdapat di Desa Jatisari ada pertokoan, pembuat bolu, warung bakso, ayam petelur terletak di RT 02 sebelah utara dan yang satunya kepunyaan Bapak Yasin RT 04.

Pada musim penghujan, para petani biasanya bersiap untuk menyebar benih ke sawah untuk menanam padi .Pada musim kemarau juga ada pekerjaan sampingan yaitu membuat kerajinan tangan “kemanak”. Kemanak adalah tempat wadah ikan yg biasanya digunakan untuk menjual ikan pindang yang disetorkan di juwana.

DUKUH PLAYON DESA SOKOPULUHAN

Pucakwangi(24/03/22)- Dukuh Playon adalah Salah satu dukuh di Desa Sokopuluhan. Dukuh Playon terdapat 4 RT

  • ketua RW: Bapak Sapawi
  1. Ketua RT 01: Pak Gunawi
  2. Ketua RT 02: Pak Sukardi
  3. Ketua RT 03: Pak Sahari
  4. Ketua RT 04: Pak Suparjan

Mayoritas mata pencaharian penduduk setempat sebagai Petani dan Buruh. Selain itu banyak juga yang mengadu nasib sebagai Perantau diberbagai daerah seperti di Jakarta,Sumatra dan luar negri.

Asal mula dinamakan Dukuh Playon yaitu dulu ada sebuah cerita atau legenda yaitu sebuah kerajaan di Desa Trikoyo Kec. Jaken dengan Kerajaan Purboyo berperang akhirnya Raja Gendolo sekarang di Desa Trikoyo itu kalah lalu berlari ke Dukuh Playon dari kata “PLAYON” yang artinya berlari lalu dukuh ini dinamakan Dukuh Playon.

“Agar Dukuh Playon ini semakin maju dan meningkat penghasilan ekonominya dan pembangunan desa yang lancar” Pesan Bapak Sujak (Selaku Bayan Dukuh Playon)

DESA TERTEG

Pucakwangi(25/03/22)- Desa Terteg adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan Pucakwangi Kabupaten Pati

Desa Terteg terdiri dari 16 RT. Jumlah penduduk sekitar 3.500 warga.
kepala desanya adalah:
-Bapak Nor Khamim (RT 1 RW 1)
-Bapak Carik Bapak Karsono (RT 1 RW 2)
-Bapak Bayan (RT 1 RW 2 )

Asal usul Desa Terteg dulu ada seorang wali orang yang dikenal pintar ilmu agamanya yang sedang menumbuk padi, kemudian ada orang yang melintas tumbukan padi tersebut tidak selesai numbuknya, oleh karena itu desa ini dinamakan Desa Terteg.

DUKUH KEPOH DESA KEPOHKENCONO

Pucakwangi(15/02/22)- Dukuh Kepoh adalah salah satu dukuh yang terletak di Desa Kepohkencono Kecamatan Pucakwangi Pati

Mayoritas pekerjaan masyarakat setempat adalah bekerja sebagai petani karna memang letak desanya yang dekat dengan area persawahan dan ada yang merantau di Sumatra,Sulawesi,Jakarta da wiraswasta. Usaha mandiri yang berada di Dukuh ini seperti bengkel,las,pompa air,listrik dsb.

“Kedepannya semoga tambah maju tambah sukses dan bermanfaat bagi masyarakat desa lain” Harapan dari Bapak Suyuti(Ketua RT)

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai