PENGHASILAN MENURUN AKIBAT HARGA BAHAN MENTAH MENGALAMI KENAIKAN

Kenaikan harga minyak goreng dan kedelai memukul perajin keripik tempe di Desa Karangrejo Lor Dukuh Karangbale . Pasalnya sudah dua bulan terakhir produksi keripik tempenya belum juga normal akibat kendala bahan baku.

Pemilik usaha keripik yakni Murtini mengakui, melambungnya harga kedelai kini membuat produksinya kian berdampak mulai dari penghasilan yang turun dalam jumlah yang banyak.

Pucakwangi – (11/2/22) Walaupun mengalami kenaikan harga bahan baku, ibu Murtini tetap memproduksi keripik tempe dan juga rempeyek. Beliau menjual per-kemasan atau per-bungkus sekitar Rp. 4.500,00 dijual di beberapa pasar bahkan menerima pesanan dengan jumlah banyak, biasanya pada acara-acara tertentu.

Penjualan keripik ini bisa menghabiskan 500 bungkus kecil dan 40 bungkus besar perhari nya. Penghasilan yang ia dapatkan diperkirakan sebesar Rp. 500.000,00/hari. Proses pembuatan di mulai dari jam 10.00 sampai 16.00 sore hari. Namun di hari Jumat proses pembuatan diliburkan.

Lokasi : Desa Karangrejo Lor Dk. Karangbale
Dibuat : Makmur Jaya

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai