–INSPIRASI BAGI YANG MUDA, IBU INI MASIH GIAT BEKERJA MEMBUAT KERAJINAN TIKAR PANDANđź–¤

Daun pandan tidak hanya untuk aroma makanan, tapi juga bisa bahan baku kerajinan. Kerajinan dari daun pandan ini setelah dianyam daun pandan bisa dibentuk aneka jenis kerajinan seperti kerajinan tikar pandan yang berbahan daun pandan sudah lama menjadi produk kerajinan tangan masyarakat. Saat ini tidak banyak warga yang masih menekuni seni kerajinan ini.

Di Dukuh Prahu Desa Kepohkencono(28/12/21) hanya beberapa keluarga saja yang masih bertahan melestarikan tradisi leluhur ini. Itu juga sudah tidak aktif seperti dulu. Ibu Suparmi adalah salah satu pengrajin tikar sudah 40th yang lalu(1981) merintis usahanya. Beliau membuat kerajinan tikar pandan seorang diri. Pandan ini didapatkan dari dekat sungai di dukuh Prahu.

Langkah-langkah membuat tikar pandan:

  1. Ambil tiap helai daun pandan dan buang durinya menggunakan pisau atau nilon.
  2. Bagi daun pandan 8-16 irisan. Jumlah irisan tergantung pada selera pengrajin. Semakin banyak irisan, maka semakin kecil daun pandan yang akan dianyam.
  3. Jemur daun pandan selama 2-3 hari.
  4. Selanjutnya, daun pandan di-besut. Tujuannya agar daun pandan jadi lurus dan nggak kaku waktu dianyam. Proses ini menggunakan alat sederhana yaitu sepotong bambu kecil.
  5. Jemur kembali daun pandan selama 1-2 hari, sampai warnanya berubah menjadi beige.
    Anyam daun pandan menjadi tikar sesuai dengan pola dan ukuran yang diinginkan.
    Proses penganyaman tikar pandan ini dibutuhkan waktu ” jika senggang bisa 1 hari dari pagi – sore. Kalau tidak senggang ditinggal dengan kegiatan lain tikar pandan jadi malam hari.” Jelasnya.

Kerajinan tikar pandan kemudian diambil penjual dari desa Kawak. 1 biji seharga Rp. 13.000,00 “Kebanyakan pembeli menggunakan tikar pandan untuk alas beristirahat dan acara daerah tertentu ” Katanya.

WA:08232919890{Anis(anak ibu Suparmi)
Lok: Dk. Prahu RT 01/RW 03 Desa Kepohkencono Pucakwangi

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai